| TUJUAN PENDIDIKAN Seorang Dokter Spesialis Anestesi harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
3.1. Mengelola tindakan untuk menghilangkan rasa nyeri, takut sebelum pembedahan, persalinan, dan tindakan medik lain, baik sebelum, selama, maupun sesudahnya. 3.2. Mengawasi dan menjunjung fungsi-fungsi vital penderita yang mengalami stres pembedahan dan anestesia. 3.3. Mengelola penderita tidak sadar apapun sebabnya. 3.4. Mengelola penderita mengidap masalah nyeri. 3.5. Mengelola masalah resusitasi jantung paru otak. 3.6. mengelola terapi pernafasan. 3.7. Mengelola berbagai gangguan cairan, elektrolit, dan metabolik.
4.1. Resusitasi. 4.2. Mengelola pasien gawat untuk keadaan yang mengancam kehidupan. 4.3. Pengelolaan terapi intensif (ICU).
GARIS BESAR KURIKULUM
1.1. Fisika. 1.2. Anatomi. 1.3. Fisiologi Klinik. 1.4. Fisiologi Klinik. 1.5. Etika Medikolegal.
2.1. Patofisiologi penyakit. 2.2. Pengelolaan jalan nafas dan pernafasan bantuan. 2.3. Shock. 2.4. Keseimbangan cairan dan elektrolit. 2.5. Keseimbangan asam basa dan gas darah. 2.6. Transfusi. 2.7. Resusitasi Jantung Paru Otak. 2.8. Terapi Oksigen. 2.9. Radiologi. 2.10. Kardiologi.
3.1. Sejarah Anestesi. 3.2. Teori anestesia inhalasi. 3.3. Evaluasi, persiapan, dan pengelolan perioeratif. 3.4. Teknik anestesia dan analgesia. 3.5. Anestesi padastatus fisik ASA1-5. 3.6. Anestesia pada bedah khusus. 3.7. Anestesia untuk bedah darurat. 3.8. Anestesia rawat jalan. 3.9. Anestesia untuk tindakan-tindakan diagnostik. 3.10. Anestesia dengan teknikkhusus. 3.11. Pengaruh anestesi dan pembedahan pada faal tubuh. 3.12. Pengelolaan terapi intensif (Intensive Care). 3.13. Pengelolaan terapi darurat (Emergency Care). 3.14. Pengetahuan alat-alat khusus dan cara perawatannya termasuk pengendalian infeksi. 3.15. Hazard of Anesthesia. 3.16. Pengetahuan monitoring fungsi vital. 3.17. Penyulit selama pasca bedah. 3.18. Pengelolaan nyeri.
4.1.Persiapan prabedah. 4.2.Tindakan anestesia. 4.3.Resusitasi. 4.4.Terapi intensif dan gawat darurat. 4.5.Pengelolaan nyeri. 4.6.Terapi inhalasi/ ventilator.
5.1.Penampilan kerja. 5.2.Terhadap pasien dan keluarganya. 5.3.Terhadap sejawat. 5.4.Terhadap paramedis. 5.5.Terhadap kegawatan. 5.6.Terhadap tugas-tugas. 5.7.Sebagai Chief Residen.
6.1.Meengikuti sidang ilmiah. 6.2.Menulis Sari Pustaka. 6.3.Menyajikan sari pustaka. 6.4.Menyajikan laporan kasus. 6.5.Membaca jurnal dari buku teks atau majalah. 6.6.Menulis Tesis.
Memberikan bimbingan kepada : 7.1.Residen lebih muda. 7.2.Mahasiswa. 7.3.Paramedis. 7.4.Masyarakat.
8.1.Falsafah sains. 8.2.Statistik. 8.3.Teori penelitian atau epedimiologi klinik. 8.4.Teori pebulisan tesis. TAHAPAN DAN PEMETAAN KURIKULUM
Keterangan : MKDU : Mata Kuliah Dasar Umum. MKDK : Mata Kuliah Dasar Keahlian. MKK : Mata Kulaiah Keahlian. SKS : Satuan Kredit Semester. ALS : Advanced Life Support. ATLS : Advanced Trauma Life Support. ACLS : Advanced Cardiac Life Support. ASA : American Society of Anesthesiologist. ICU : Intensive Care Unit. STRUKTUR PROGRAM PENDIDIKAN
EVALUASI HASIL PENDIDIKAN I. Akhir semester 1 : RJP ; Ujian Lisan dan Praktek. II. Akhir Semester 2 : P/L Analgesia Regional subarakhnoid. P/L Anestesia Beban Umum Tanpa Respirator (kurang 60 th) tanpa resiko. III. Akhir Semester 4 : P/L Anestesia pediatri. P/L Anestesia Epidural. IV. Akhir Semester 6 : P/L Analgesia blok-blok lain. P/L Analgesia balans dengan respirator. V. Akhir Semester 7 : - Ujian Lisan Anestesia Pediatri. - Ujian Lisan Anestesia Regional. - Ujian Lisan Anestesia Kebidanan. - Ujian Lisan Anestesia Bedah Torak. - Ujian Lisan Anestesia Bedah Umum. - Ujian Lisan Anestesia Bedah Umum. - Ujian Lisan ICU. - Ujian Akhir Tesis. | ||||||||||||||||||||||||||||||||
Friday, January 8, 2010
PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS (PPDS) ANESTESIOLOGI
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment