Friday, January 8, 2010

PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS (PPDS) ANESTESIOLOGI


 




TUJUAN PENDIDIKAN
Seorang Dokter Spesialis Anestesi harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut           :
  1. Mampu melakukan komunikasi dengan baik dengan para sejawat dan anggota tim kesehatan yang lain serta anggota masyarakat.
  2. Mampu melngelola kegiatan pelayanan anestesiologi sebagai anggota tim pelayanan kesehatan didalam maupun diluar rumah sakit.
  3. Mempunyai cukup pengetahuan dan keterampilan untuk :
3.1.   Mengelola tindakan untuk menghilangkan rasa nyeri, takut sebelum pembedahan, persalinan, dan tindakan medik lain, baik sebelum, selama, maupun sesudahnya.
3.2.   Mengawasi dan menjunjung fungsi-fungsi vital penderita yang mengalami stres pembedahan dan anestesia.
3.3.   Mengelola penderita tidak sadar apapun sebabnya.
3.4.   Mengelola penderita mengidap masalah nyeri.
3.5.   Mengelola masalah resusitasi jantung paru otak.
3.6.   mengelola terapi pernafasan.
3.7.   Mengelola berbagai gangguan cairan, elektrolit, dan metabolik.
  1. Mempunyai kemampuan untuk mengelola kedokteran gawat darurat yang meliputi trias :
4.1.   Resusitasi.
4.2.   Mengelola pasien gawat untuk keadaan yang mengancam kehidupan.
4.3.   Pengelolaan terapi intensif (ICU).
  1. Mampu mngembangkan pengetahuan dan keterampilan sebagai Dokter Spesialis Anestesiologi sesuai dengan tuntutan masyarakat dan kemajuan IPTEK.

GARIS BESAR KURIKULUM
  1. Pengetahuan Ilmu Dasar Anestesiologi.
1.1.            Fisika.
1.2.            Anatomi.
1.3.            Fisiologi Klinik.
1.4.            Fisiologi Klinik.
1.5.            Etika Medikolegal.
 
  1. Pengetahuan Teori Umum.
2.1.            Patofisiologi penyakit.
2.2.            Pengelolaan jalan nafas dan pernafasan bantuan.
2.3.            Shock.
2.4.            Keseimbangan cairan dan elektrolit.
2.5.            Keseimbangan asam basa dan gas darah.
2.6.            Transfusi.
2.7.            Resusitasi Jantung Paru Otak.
2.8.            Terapi Oksigen.
2.9.            Radiologi.
2.10.        Kardiologi.

  1. Pengetahuan Teori Klinis Khusus.
3.1.            Sejarah Anestesi.
3.2.            Teori anestesia inhalasi.
3.3.            Evaluasi, persiapan, dan pengelolan perioeratif.
3.4.            Teknik anestesia dan analgesia.
3.5.            Anestesi padastatus fisik ASA1-5.
3.6.            Anestesia pada bedah khusus.
3.7.            Anestesia untuk bedah darurat.
3.8.            Anestesia rawat jalan.
3.9.            Anestesia untuk tindakan-tindakan diagnostik.
3.10.        Anestesia dengan teknikkhusus.
3.11.        Pengaruh anestesi dan pembedahan pada faal tubuh.
3.12.        Pengelolaan terapi intensif (Intensive Care).
3.13.        Pengelolaan terapi darurat  (Emergency Care).
3.14.        Pengetahuan alat-alat khusus dan cara perawatannya termasuk pengendalian infeksi.
3.15.        Hazard of Anesthesia.
3.16.        Pengetahuan monitoring fungsi vital.
3.17.        Penyulit selama pasca bedah.
3.18.        Pengelolaan nyeri.
 
  1. Keterampilan (Manual dan Intelektual)
4.1.Persiapan prabedah.
4.2.Tindakan anestesia.
4.3.Resusitasi.
4.4.Terapi intensif dan gawat darurat.
4.5.Pengelolaan nyeri.
4.6.Terapi inhalasi/ ventilator.

  1. Perilaku dan Tanggung Jawab.
5.1.Penampilan kerja.
5.2.Terhadap pasien dan keluarganya.
5.3.Terhadap sejawat.
5.4.Terhadap paramedis.
5.5.Terhadap kegawatan.
5.6.Terhadap tugas-tugas.
5.7.Sebagai Chief Residen.
 
  1. Kegiatan Ilmiah
6.1.Meengikuti sidang ilmiah.
6.2.Menulis Sari Pustaka.
6.3.Menyajikan sari pustaka.
6.4.Menyajikan laporan kasus.
6.5.Membaca jurnal dari buku teks atau majalah.
6.6.Menulis Tesis.
 
  1. Kegiatan Mendidik.
Memberikan bimbingan kepada :
7.1.Residen lebih muda.
7.2.Mahasiswa.
7.3.Paramedis.
7.4.Masyarakat.

  1. Teori Penelitian dan Penulisan Tesis.
8.1.Falsafah sains.
8.2.Statistik.
8.3.Teori penelitian atau epedimiologi klinik.
8.4.Teori pebulisan tesis.
 
 
TAHAPAN DAN PEMETAAN KURIKULUM
TAHAP &
SEMESTER
MATA KULIAH
JENIS
BEBAN
 
 
 
 
 
 
 
I / 1
 
-Filsafat Ilmu.
-Mrtodologi Penelitian.
-Biologi sel dan Biologi Molekuler.
-Etika dan Medikolegal.
-Hubungan Dokter-Padien/ Keluarga.
-Fisika Klinik untuk Anestesi.
-Fisiologi untuk Anestesi (utamanya
 sirkulasi, Sususnan saraf pusat dan perifer,
 ekskresi, metabolik, endokrin).
-Farmakologi Klinik untuk Anestesia
 (utamanya farmakokinetik dan
 farmakodinamik).
-Pengetahuan dan Keterampilan dalam
  critical medicine yang setara dengan ALS
  atau ATLS atau ACLS,dsb.
 
 
MKDU
 
 
 
MKDK
 
1 SKS
2 SKS
1 SKS
1 SKS
1 SKS
1 SKS
2 SKS
 
 
2 SKS
 
 
1 SKS
 
 
I / 2
 
Keterampilan manajemen anestesia untuk pembedahan superfisial, ortopedi sedang tertentu pada status fisik ASA 1-2 (5-60th):
-Pengelolan perdarahan dan cairan sebelum,
  selama, dan pascabedah (kasus sesuai).
-pengelolaan nyeri pra, selama dan pasca
  bedah (kasus sesuai).
-Pengelolaan anestesia untuk kasus darurat
  sesuai ketentuan.
 
 
MKK
 
 
14 SKS
 
II / 3
 
Pengetahuan dan Keterampilan:
-Anestesia regional, manajemen anestesia
 untuk status fisik ASA 1-3 tanpa kelainan
 endokrin untuk operasi perut bawah/ atas,
 ortopedi besar tertentu, mata, THT (bukan
 jalan nafas), ginekologi, urologi kecil/
 sedang.
-Pengelolaan cairan, nyeri/ cemas peri
 operatif.
-Manajemen untuk kasus-kasus darurat
 sesuai ketentuan.
 
 
MKK
 
14 SKS
 
II / 4
 
Pengethuan dan keterampilan anestesia padapasien ASA 3 dengan penyakit penyerta (endokrin, metabolik), operasi urologi besar, obstetri, pediatri (dengan pengecualian), operasi kepala/leher, jalan nafas, ortopedi besar (dengan pengecualian), endoskopi, pembedahan darurat (kasus sesuai), pengalaman ICU dasar.
 
 
MKK
 
14 SKS
 
II / 5
 
Pengetahuan dan keterampilan anestesia padakasus s/d ASA 4, bedah torak (bukan bedah jantung), bedah saraf perifer, manajemen ICU tahap 2, pengelolaan nyeri kronik, pengelolaan nyeri kronik, pengelolaan kasus darurat.
 
Melakukan penelitian (survey).
 
 
MKK
 
14 SKS
 
II /
6 dan 7
 
Pengetahuan dan keterampilan anestesia bedah otak, mengikuti anestesi bedah jantung dan vaskuler besar, manajemen ICU tahap 3, manajemen outpatients (konsultasi dan anestesia), anestesia untuk diagnostik dan terapi, anestesia darurat.
 
Melakukan penelitian lanjutan (Tesis).
 
Malakukan tugas jaga sebagai Chief Resident: bimbingan kepada residen yunior, mahasiswa, paramedik, pengaturan pelayanan anestesia, pengaturan jaga residen, dll
 
 
MKK
 
32 SKS

Keterangan :
MKDU            : Mata Kuliah Dasar Umum.
MKDK            : Mata Kuliah Dasar Keahlian.
MKK               : Mata Kulaiah Keahlian.
SKS                 : Satuan Kredit Semester.
ALS                 : Advanced Life Support.

ATLS               : Advanced Trauma Life Support.
ACLS              : Advanced Cardiac Life Support.
ASA                : American Society of Anesthesiologist.
ICU                 : Intensive Care Unit.
 
 
STRUKTUR PROGRAM PENDIDIKAN
 
Masa Pendidikan
Tahap I    : Kualifikasi
Tahap II   : Pendalaman
Tahap III  : Akhir
Jumlah semester
2 Semester
3 Semester
2 Semester
Beban Studi
14 SKS
42 SKS
32 SKS
 

EVALUASI HASIL PENDIDIKAN
 
I.  Akhir semester 1      : RJP ; Ujian Lisan dan Praktek.
II. Akhir Semester 2     : P/L Analgesia Regional subarakhnoid.
                                      P/L Anestesia Beban Umum Tanpa Respirator (kurang 60 th)
  tanpa resiko.
III. Akhir Semester 4    : P/L Anestesia pediatri.
                                      P/L Anestesia Epidural.
IV. Akhir Semester 6    : P/L Analgesia blok-blok lain.
                                      P/L Analgesia balans dengan respirator.
V.  Akhir Semester 7    : - Ujian Lisan Anestesia Pediatri.
                                      - Ujian Lisan Anestesia Regional.
                                      - Ujian Lisan Anestesia Kebidanan.
                                      - Ujian Lisan Anestesia Bedah Torak.
                                      - Ujian Lisan Anestesia Bedah Umum.
                                      - Ujian Lisan Anestesia Bedah Umum.
                                      - Ujian Lisan ICU.
                                      - Ujian Akhir Tesis.

No comments:

Post a Comment